***
Gue nggak pernah nyangka hidup gue sebegitu...berwarna. Dalam artian banyak hal. Really, a lot...
Gue yang dulunya masih polos dan nggak ngerti apapun tentang cinta-cintaan. Untuk pertama kalinya memulai itu.
Gue dengan mudahnya menerima uluran tangan orang asing itu. Gue nggak kenal dia, deket mungkin tapi dari dia lah gue belajar disayangi, menyayangi, mengerti, cemburu, menangis, bahagia, sedih dan kecewa.
Untuk pertama kalinya dia yang ngajarin segalanya ke gue dan dia juga yang pertama kalinya ninggalin gue. He such a jerk asshole!
I through it. So far is good.
Sampai gue merasa hidup gue mulai berubah. Mulai memandang orang dengan cara yang berbeda.
Diri gue yang dulu, yang sabar, baik, dan mungkin peduli itu udah hilang dengan sendirinya. Digantikan dengan sifat yang bertolak belakang, tempramen, lebih egois, arogan, dan gue semakin terpuruk dengan kenyataan yang nggak seperti yang gue mau.
Gue selalu terbayang bayang masa lalu gue. Yang dulunya indah tapi itu dulu.
Dua orang yang menghantui gue. Cinta pertama dan pacar pertama.
Mereka berdua sama-sama penting tapi itu nggak ngerubah apapun!
Mereka fatamorgana. Shadow.
Selalu bisa gue lihat tapi nggak pernah tersentuh oleh gue.
Gue selalu berandai-andai, kapan ya kisah didalam novel atau love story gue dimulai. Atau bahkan...diakhiri?
Sungguh, ini indah. Tapi memilukan. Gue...waktu itu memutuskan untuk nyatain perasaan gue ke dia. Cinta pertam
a gue...
a gue...
Gue : "Pengen tanya. Boleh?."
Dia : "Tanya apa?"
Gue : "Sorry, agak menyimpang pertanyaan gue. Soalnya penasaran aja.
Misalkan aja ya, elo suka sama sesorang itu udah lama banget. Sekitar 7tahun atau lebih (terserah)
Kira-kira ketika elo ketemu orang itu, elo bakal kasih tau perasaan elo atau gimana?"
Dia : "Kalau gua mah...
Gua kasih code" buat bisa nembak dy."
Gue : "Andaikan dia nggak pernah sadar, gimana? After seven years, how you say it? How you do it?
Little things atau clue yang lo berikan lewat media atapun, langsung maupun nggak. Dan dia nggak pernah sadar.
And he's not available."
Dia : "Mungkin dy gak begitu nanggepin elu kali..."
Gue : "Itu yang lo lakuin ke gue..."
Gue : "That's what I'm gonna trying to say to you but oh! Just forget it. It has been seven years and...
Just forget it. Thank's for your advice. Very help me and...
Thankyou so much."
After 7 hours, he reply it.
Dia : "Maksudnya?!"
Gue : "Lupain aja."
He's not answer yet. So I just decided that I have to...blockir him. For my account facebook, for my own mind, and for my own heart.
The last word before I finnised what I have to do...
Gue : "Sorry ganggu lagi.
One more, gue tau lo gak "sebodoh" itu!!!"
And blockir! Check!
***
You know what? The best things about this? I should realize, this feeling? Can't change anything. It never be grow and never be there. In his heart also in his heart.
And the awkward moment is? When I...well it's possible that we could've meet when our friends from elematary school made some reunion. And this is suck! I ain't going nowhere!
Tapi pernah..bukan cuma pernah tapi gue sering mikirin semuanya. Gue..diumur 16 tahun yang dalam 2 bulan lagi akan menjadi Sweet Seventeen's. Yang masih ada di kelas 2 SMA. Still stuck on those stupid feelings!
Gue sering dimusuhin karena sikap tempramen gue. Yang nggak pernah ngerti orang. Mau menang sendiri? Yeah. That's me.
Tapi ada beberapa orang yang bisa nunjukin atau mengeluarkan sifat baik gue. Dia sahabat gue dari SD dan SMP.
Mereka yang tau apa yang "pernah" terjadi sama gue dan "dampak" dari kejadian itu.
Saat ini...
Gue tau. Buat orangtua terlebihnya Ibu, make her cry? Itu DOSA besar.
Tapi entah kenapa gue selalu make her cry with this stupid manner?!
Gue iri. Gue sedih ngeliat semua temen-temen gue yang punya keluarga, yaa atleast "happy"
Dan ditambah dengan they perfect romance.
Tapi apalah daya?
Gue...
Disini. Stuck with this fat body!
I just dream and wish everynight. Wish every day when I'm pray.
I just wish, that someone will found me. Somehow!
#Wishing and hope. Finger cross!
Amin...
0 komentar:
Posting Komentar